Dari Yang Gratis Sampai Mahal, Ini 3 SSB Terkenal di Indonesia
Sepak bola masih menjadi cabang olahraga yang paling digemari di Indonesia. Bukan hanya sebagai hobi, sepak bola juga menjadi karir impian bagi banyak anak-anak. Tidak mengherankan kalau sekolah sepak bola (SSB) banyak tersedia di negeri ini.
Semua SSB ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar. Bahkan perusahaan besar seperti Danone memfasilitasi turnamen antar SSB di seluruh Indonesia. Ke depannya bibit pemain terbaik dari SSB inilah yang akan mengisi tim nasional Indonesia di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kali ini kami akan memberikan referensi SSB di berbagai daerah di Indonesia dengan gratis iuran, hingga dengan iuran per pekan yang mahal. Dari daftar ini, Anda bisa melihat bahwa SSB di luar area Jakarta memang memiliki harga iuran yang lebih murah.
1. SSB Sandeq Polman
Iuran: GratisLokasi: Sandeq Polman, Sulawesi Barat
Jika Anda mengikuti ajang Aqua Danone Nation Cup, pastinya tidak asing dengan Sekolah Sepak bola Sandeq Polman.
Tim sepak bola dari SSB Sandeq Polman ini mampu menunjukkan kualitasnya saat ajang nasional ini dengan menjadi wakil dari Sulawesi Barat pada Aqua Danone Nation Cup 2014. Yang menarik, SSB berprestasi ini tidak memungut biaya dari siswa-siswanya.
Sekolah ini didirikan sejak 2002 atau yang disebut sebagai masa Ahmad Sukri. Pada masa ini pula bintang sepak bola nasional Irsyad Aras memulai masa latihannya. Nantinya, Irsyad Aras ikut memperkuat PSM Makassar selama enam tahun.
Saat ini klub PS Sandeq Polman sebagai masih aktif menciptakan pemain-pemain amatir yang nantinya dapat ditransfer ke klub sepak bola profesional.
2. Real Madrid Social School (RMSS)
Iuran: GratisLokasi: Banjarmasin dan Sidoarjo
Pada dasarnya sekolah sepak bola yang dinaungi Yayasan Real Madrid tidak bertujuan untuk mencari keuntungan atau membentuk pemain sepak bola profesional. Sekolah ini didirikan untuk membantu anak-anak dalam proses penyembuhan trauma akibat bencana.
Oleh karenanya sekolah sepak bola RMSS ini didirikan di kota-kota yang pernah mengalami bencana atau krisis sosial. Diantaranya adalah Aceh yang pernah dilanda tsunami, Yogyakarta yang pernah mengalami gempa bumi, serta Sidoarjo yang mengalami bencana akibat luapan lumpur.
Namun berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh pihak Real Madrid dan auditor independen, empat sekolah di Aceh, Jayapura, dan Yogyakarta harus ditutup. Saat ini, hanya RMSS di Banjarmasin dan Sidoarjo yang masih beroperasi.
Pihak RMSS tidak memungut biaya pada anak-anak binaannya. Namun bagi anak-anak yang berasal dari keluarga mampu, kira-kira 60% dari keseluruhan siswa, membayarkan sumbangan pada sekolah ini. Sedangkan sisanya, yang berasal dari keluarga kurang mampu, bisa menikmati pelatihan sepak bola secara gratis.
3. SSB Bina Putra Denpasar
Iuran: Biaya masuk Rp 50.000 sampai Rp 100.000 tambah iuran per sesiLokasi: Denpasar, Bali
Walaupun masih terbilang muda, Sekolah Sepak Bola Bina Putra sudah mampu menjadi kebanggaan untuk kota Denpasar. SSB ini berdiri tepatnya pada tanggal 19 Januari 2014.
Dalam jangka tiga tahun, SSB Bina Putra Denpasar sudah berhasil mewakili Provinsi Bali dalam turnamen tingkat nasional untuk pertandingan sepak bola usia anak-anak tahun 2017. Dimana turnamen ini diikuti oleh 12 tim dari SSB di seluruh Indonesia yang sudah memenangkan turnamen tingkat daerah di masing-masing provinsi. sbobet
Sebagaimana SSB Bina Putra lainnya yang sudah berdiri terlebih dahulu seperti, SSB Bina Putra Selaawi di Garut misalnya, mereka tidak membebankan biaya yang mahal pada anak didiknya. Kisaran harga untuk pendaftaran Rp 50.000 sampai Rp 100.000, ditambah dengan iuran bulanan.
Dengan harga terjangkau ini, anak-anak di Denpasar bisa meniti impian mereka menjadi pemain bola profesional di SSB ini. Hal ini karena SSB Bina Putra Denpasar aktif berpartisipasi dalam kompetisi antar SSB di Denpasar dan Bali.

Komentar
Posting Komentar